
SLEMAN — Suasana Aula Biara Nazareth (Binaz) Paroki Keluarga Kudus Banteng tampak riuh oleh keceriaan anak-anak pada Minggu (28/6/2026) pagi. Mulai pukul 09.15 WIB, puluhan anak usia dini berkumpul untuk mengikuti kegiatan Sekolah Minggu khusus bertema “Yesus Teladanku”. Acara ini dikemas melalui berbagai aktivitas interaktif demi menanamkan nilai ketaatan, kepedulian, dan kerendahan hati kepada anak-anak sejak usia dini.
Inti dari pengajaran iman hari itu berpusat pada pendalaman kisah Kitab Suci mengenai Garam dan Terang Dunia yang diambil dari Injil Matius 5:13-16. Agar pesan rohani tersebut mudah dipahami oleh anak-anak, para pendamping menyampaikan cerita dengan pendekatan yang kasual, lalu mengajak mereka menghafal ayat emas melalui permainan Pesan Berantai secara beregu serta menyusun puzzle bertema kerukunan bermain.
Hal paling menarik dalam kegiatan ini terlihat saat anak-anak diajak membuat komitmen konkret melalui aktivitas mewarnai. Setiap anak diminta memilih dua dari empat gambar perbuatan baik yang paling ingin mereka praktikkan di rumah. Lembar mewarnai ini sengaja dibawa pulang oleh para peserta sebagai jurnal aksi nyata yang nantinya akan ditunjukkan dan dipantau langsung oleh orang tua mereka. Selain itu, saat waktu makan bekal tiba, anak-anak juga dilatih secara langsung untuk membiasakan penggunaan tiga kata ajaib (magic words), yaitu tolong, terima kasih, dan maaf dalam interaksi kelompok.
Keceriaan hari itu mencapai puncaknya di halaman sisi timur aula lewat permainan luar ruangan Estafet Air yang menguji kerja sama dan kekompakan tim. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh salah satu anak secara bergantian, sebelum akhirnya mereka bersama-sama menuju Panti Paroki untuk menikmati santap siang menu bakso. Melalui Sekolah Minggu kreatif ini, nilai-nilai Injili diharapkan dapat tertanam menjadi kebiasaan hidup harian anak-anak.
Penulis: Tim Jurnalistik Banteng
